-->

#17 Ketemu Latifah - KNA_


Sebuah Kebohongan Nase Akari『KNA_』 COVER





Sini helm mu..


Akupun mengambil helm dari tangan nase, tanpa menyentuhnya... langsung meletakkan helm kecil itu di spion motor..


Ia terlihat melirik malu..


Aku gak tau, beberapa bulan ini si nase menjadi manja, jadi keliatan anak kecil gitu.


"Mau kemana kita ay?"

Kaget aku, lagi lagi ia berucap 'ay'..


"Ih, kamu udah aku bilangin, panggil aja abdi.. jangan ay.."


"Boleh ya abdi, kali ini aja...." raut muka nase sedikit berubah.. seperti sekilas nampak kesedihan tergambar..


Aku melihatnya sekilas..


Perasaanku rasanya tiba tiba tidak enak.. ada apa ini? Benakku.


"Iya iya, tidak apa apa nase....."


"Loh, kok enggak shena?"

"Lha kamu panggilnya enggak abdi.."


"Oooo.." udah gitu doang jawabnya..


"Kamu kenapa sih nas? Kok clingak clinguk, ayo ketemu monyet"


"Kenapa kamu aja aku kesini abdi?"


Aku kaget dengan sikap nase yang berubah.. sambil menatap kearah jembatan yang menjadi penghubung ke goa, karena letaknya memang ditengah waduk jatibarang.


"Kau tau shen,... disana banyak hewan yang mirip tapi beda.. entah kenapa aku bisa menjadi lebih tenang di tengah hiruk pikuknya sifat sifat manusia.."


Terlihat mata shena melebar, ia seperti menahan sesuatu.. yang aku sendiri tak dapat memahaminya


"Heii, Assalamu'alaikum.."


Terdengar seseorang mengucap salam dari belakang..


"Wa'alaikumsalam"


Jawabku sambil menoleh kebelakang..


"Hai nase, hai abdi.." sosok perempuan berjilbab putih yang ada di masjid dulu..


"Mbak latif.. kok bisa ada disini?"

Tanya si nase spontan..


"Rumah mbak ada disekitar sini dek.. kebetulan tadi lihat kalian berdua"


Akupun hanya bisa terdiam melihat percakapan mereka berdua..


Yang sepertinya sudah sangat akrab..


"Abdi.. kita ke goanya bertiga ya.. sama mbak latif"


Tanya si nase spontan ke arahku yang sedang berada di dekat jembatan..


"Iya iy shen.. enggak apa apa.." asalkan si nase bahagia..


Eh.. kok jadi pikiran kayak gini sih!


Kitapun berjalan melewati jembatan, terlihat 2 orang gadis saling bercakap cakap tepat didepanku..


Ya, aku berjalan di belakang mereka berdua..


"Eh, shen.. hati hati tas kamu entar diambil monyet.."


"Kamu kok perhatian banget sama aku sih abdi.."


Sial si shena.. malah makin keliatan manja gitu kayak anak kecil.


"Enggak lah, dari pada ntar tas mu diambil monyet kan berabe.."


"Iya iya ay.." astaga dia terang terangan bilang Ay.. padahal di sampingnya ada latifa..


Tapi entah kenapa aku merasakan kalo ada yang tidak beres dengan si nase..

Perasaanku juga mengatakan kalo aku begitu takut kehilangan nase..


Apakah ini berarti Cinta? Padahal aku kan sudah menganggap nase seperti adek sendiri..






*************


Keterangan :
Sudut Pandang telah berganti ke Abdi




^_^ yang belum baca chapter sebelumnya.. baca dlu ya.. biar nggak bingung ik.. 


Chapter 17 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 16 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 15 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 14 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 13 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 12 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 11 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 10 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 9 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 8 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 7 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 6 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 5 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 4 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 3 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 2 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 1 Kebohongan Nase Akari_
Chapter 0 Kebohongan Nase Akari_

atau bisa Klik aja di bagian Trending Novel di Sidebar samping.. dengan Judul "Kebohongan Nase Akari_" soalnya sudah gue buat labelnya ya kk..