Senin, 22 Februari 2021

Belajar Mengenal Diksi dalam Kepenulisan

Hello temen Shira... Kali ini aku akan berbagi pengetahuan tentang "Diksi" mungkin temen temen banyak yang sering mendengar, terutama di forum forum literasi..



diksi



apa sih itu sebenarnya "Diksi"


Diksi itu merupakan Pilihan kata untuk memberikan makna sesuai keinginan sang penulis di dalam tulisannya, bisa berupa Puisi, Novel atau bahkan sisipan Opini.


Pemilihan Diksi pun juga tidak mudah, karena ketika kita salah memilih Diksi, malah berujung pada perbedaan makna yang di tangkap oleh pembaca.. sehingga maksud aslinya malah tidak tersampaikan.


Disini saya juga masih belajar kok..


Karena Diksi itu sebenarnya penting untuk menimbulkan imajinasi estetik dan berkesan puitik, ketika kita berhasil memilih Diksi yang tepat.


Selain untuk menulis, Diksi sendiri bisa juga loh untuk diterapkan pada saat pidato di depan publik.


Intinya lebih banyak latihan dan menyusun Bank Kosakata..  hehe


Bisa didapat dari banyak membaca dan menulis.. sehingga otak cenderung akan lebih aktif dan terbiasa.. ketimbang hanya menulis saja atau membaca saja..





Macam-macam diksi



Sinonim


Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki persamaan makna. Penggunaan kata sinonim biasanya dimaksudkan untuk membuat apa yang dikatakan/dituliskan menjadi lebih sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. 


Contohnya adalah mati dan gugur (ekspresi pengungkapan yang lebih halus).

- Keledai milik pak jono mati kemaren

- 10 November 1945, Bung Tomo gugur di medan pertempuran




Antonim


Antonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna berlawanan ataupun berbeda. 

Contoh kata antonim adalah besar dan kecil.




Polisemi


Polisemi merupakan frasa kata yang memiliki banyak makna. 


Contohnya kata kepala yang dapat bermakna bagian tubuh yang terletak di atas leher atau dapat juga bermakna bagian yang terletak di sebelah atas ataupun depan.




Homograf


Homograf merupakan kata-kata yang memiliki tulisan sama, tetapi memiliki arti dan bunyi yang berbeda. 


Contohnya kata apel. Jika dibaca /apêl/, ia berarti buah. Jika dibaca /apèl/, ia berarti upacara, misal apel pagi.




Homofon


Homofon merupakan kata-kata yang memiliki bunyi yang sama, tetapi berbeda makna dan ejaan. Contohnya bang dan bank.




Homonim


Homonim merupakan kata-kata yang memiliki ejaan dan bunyi yang sama, berbeda makna. Contohnya bulan yang bisa berarti bulan 'satelit alami Bumi' atau bulan dalam kalender.




Hiponim


Hiponim merupakan kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya. Contohnya kata salmon yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan.




Hipernim


Hipernim merupakan kata yang telah mencakup makna kata lain. Contohnya kata sempurna yang telah mencakup kata baik, bagus, dan beberapa kata lainnya.





Dari mana kita bisa mendapat referensi Pemilihan Kata / Diksi?


Selain dari Membaca karya literasi, entah itu novel, puisi atau syair, kamu bisa mendapat referensi dari kamus kamus.


Oh iya Selain kamus juga bisa melalui Tesaurus, bedanya sama kamus adalah, kalau Tesaurus kita bisa menemukan asal kata (etimologi) dalam pengembangannya, juga antonimnya.


Sedangkan kalau kamus hanya pengembangan dari satu buah kata saja.




Syarat Ketepatan Pemilihan Kata / Diksi

 

1. Dapat membedakan antara denotasi (makna sebenarnya) dan konotasi (makna tidak sebenarnya)

Contohnya: 

-Perempuan itu sangat cantik. (denotasi) 

-Perempuan itu sangat manis. (konotasi) 


2. Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim 

Contohnya: 

-Dia tidak tahu mengenai hal ini. 

-Dia bukan seorang perempuan. 


3. Dapat membedakan kata-kata yang hampir mirip dalam ejaannya 

Contohnya: 

-intensif-insentif 

-karton-kartun 

-preposisi-proposisi


4. Dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstrak 

Contohnya: kegembiraan, kesedihan, kesopanan, keimanan, kemanusiaan


5. Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat 

Contohnya: 

- Antara benar dan salah. (benar) 

- Antara benar dengan salah. (salah) 


6. Dapat membedakan antara kata umum dan kata khusus 

Contohnya: 

kata umum: membawa; 

kata khusus: memikul, menjinjing, mengangkat, menenteng


7. Dapat membandingkan pemakaian kata Indonesia- Inggris agar mendapatkan diksi yang tepat 

Contohnya: 

- Design kursi itu bagus. Desain kursi itu bagus. 

- Setiap kebudayaan yang masuk harus difilter. Setiap kebudayaan yang masuk harus disaring.





Diksi yang Mubazir


1. Penggunaan kata yang mempunya kemiripan makna atau fungsi secara berganda.


sangat...sekali 

-Bapak itu sangat baik sekali. (diksi yang salah) 

-Bapak itu sangat baik. (diksi yang benar) 

-Bapak itu baik sekali. (diksi yang benar) 


contohnya seperti 

-Beberapa alat, contohnya seperti keyboard, mouse, monitor. (salah) 

-Beberapa alat, contohnya keyboard, mouse, monitor. (benar)

-Beberapa alat seperti mkeyboard, mouse, monitor. (benar)



2. Penggunaan makna kesalingan (resiprokal) secara berganda. 


Contohnya: 


Mereka saling pinjam-meminjam alat tulis. 

-Mereka saling meminjam alat tulis. 

-Mereka saling pinjam alat tulis.



3. Konteks pemakaian kata dalam kalimat. 

Contohnya : 

-Pintu ini terbuat daripada besi. (salah)

-Pintu ini terbuat dari besi. (benar)






Sekian... Moga manfaat.

Silahkan menambahi jika ada yang kurang..

Silahkan di koreksi jika ada yang salah..








Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only