Kamis, 22 Oktober 2020

Kisah Elang Kecil...

 







Kau terbangun
Perlahan Sinar Cahaya mulai terlihat fokus
Lalu kau dengar suara Piyekan di sebalah
Piyek.. piyek...piyek..
Piyek.. piyek...piyek..
Ternyata tidak hanya kau!
Beberapa lainnya ada di sekitarmu
 
Lalu
Kau Bingung..
Siapa sebenarnya kau ini!
Kau melihat mereka dengan sayap kecil
Belum terbentuk!
Tubuhnya mungil
Lalu Kau Sadar
Kenapa kau bisa berpikir
Clingak clinguk
kanan kiri
Kau berjalan keluar dari pecahan cangkang telur!
Tergopoh gopoh!
Lalu jatuh dari ketinggian..
 
Untung di bawah Tanah berumput
Kau Selamat!
Tapi ketakutan menghantuimu sekarang!
Kau Trauma
Tadi tak disangka sangka..

Kesadaran mulai terfokus
Di depan ada makhluk Hitam Berkumis
Besar,Kau pun di terkam!
Ya dia Tikus!
Seekor unggas datang dengan paruh Sudu
Nyosor Sang tikus
Sambil menghempas hempaskan sayapnya!
Kau Selamat!
Tikus Lari!

Sekarang kau bertemu sosok baru..
Tapi dia seperti mirip denganmu..
Kau pun melihat beberapa anak kecil di belakangnya
Hampir mirip denganmu..
Lalu kau sebut dia Ibu!

Kau sekarang berjalan mengikutinya
Bersama saudaramu lainnya!
Kau senang karna menemukan tempat aman
Untuk berlindung!

Tapi seiring waktu berjalan
Kau Berubah!
Kau bertanya tanya..
Kenapa aku berbeda?
Sang induk bebek tak masalah hal itu
Ia menyayangimu!
Sama seperti kerabatmu lain!

Kau gembira, tetapi...
Semakin Hari Sayapmu begitu Kokoh Terkembang!
Warnamu semakin Gelap!
 
 

 
Paruhmu semakin Tajam!
Pandangan Matamu Tegas!
Kau Bingung..
Makin Kebingungan!

Suatu Hari Manusia Datang..
Mengambil Induk Bebek yang kau Anggap Indukmu
Lalu Beberapa Saudaramu..
Kau lihat dari kejauhan..
Kau Ketakutan!
Kau Datang.. Menerjang Manusia Bertopi!
Tapi beberapa Manusia lain datang Menembak mu!
Kakimu tergores peluru..
 
Sang induk Bebek Berkata..
"Larilah anakku! Larilah anakku"
Kau Panik!
Manusia itu berlari kearahmu
Akan Menangkapmu..

Lalu Salah satu Saudaramu Menyelamatkanmu.. 
Menjadikan dirinya umpan..
untuk Membiarkanmu Lari..
Dengan Ketakutan.. Kau Lari!
Sekuat Tenaga!
Dengan Langkah agak pincang dan terseok seok...

Kau berlinang air mata!
Harusnya kau bisa Terbang dengan Sayap Kokohmu..
Tapi kau tidak bisa..!

Kau berharap Manusia itu Tak Mengejarmu
Tapi ternyata semakin dekat!
Satu.. Dua.. Ada Tiga Manusia
Dua diantaranya Bertopi dan Satunya Botak!
Perawakan Mereka Gemuk

Kau Sampai di Ujung Tebing!
Jalan Buntu!
Manusia itu Semakin Dekat..
Wajah Mereka Menakutkan..
Senyuman Jahat Mereka..
Kau Bolak balik Clingak Clinguk ke Tebing
Yang Ternyata Tinggi..
Trauma mu Kambuh!
Kau menggigil..
Mereka Semakin Dekat..

Ya...
Mereka Semakin Dekat!
Langkah Kaki Mereka semakin di Percepat!
Ketika Tinggal Sejengkal Jarak Mereka dengan Mu..
Kau pun Pasrah! dan Terjun ke Jurang.. 
Mungkin itu adalah akhir dari Sang Elang..



......

Tapi...
Sesosok Burung Menukik dari atas..
Langsung Meraihmu!
Ketika ia Mencengkrammu..
Kau Terbangun!
Matamu Terbuka!
Ia Burung dengan warna agak putih di kepala dan dada,
agak berbintik di bawahnya.
Pandangan Matanya Mengarah ke Arahmu
Sembari Menyeimbangkan Posisi terbangnya!
 
 
 

 
 
Kau Selamat!
Ia mirip dengan mu..
Tapi ia Cantik!
Ya... ia adalah Elang Betina!
 
Kau Sepertinya Menyukainya..
Ia begitu Cantik kau Rasa..
Ia Membawamu ke sebuah tempat..
 
Tapi..
Seperti ada Memori tentang tempat itu dikepalamu..
Memori yang sudah sangat lama kau rasa..
 
Ya!
Itu adalah Tempat Pertama kalinya kau melihat dunia!
Pertama Kali kau lihat Silaunya Cahaya...
 
 
 
 
------------------
 
 


Cerita Pendek x Puisi Style - Original Karya : Shira Kayato...




Hikmah apa yang bisa dipetik dari Cerita Pendek ini?




Posting Komentar

My Link

...
Situs ini di Dukung oleh RahmanCyber Network, dengan Dukungan DA dan PA, sehingga sudah tidak pusing lagi untuk optimasi.

Whatsapp Button works on Mobile Device only